Postingan
Rapat Kerja KOPENA (Ketum, Kadiv & Kepala Cabang)
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
SIQURMA SEBAGAI PENGHANTAR IBADAH IDUL ADHA
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Qurma adalah buah yang sangat enak dan manis rasanya, tapi ada Qurma yang memberi rasa dan manfaat lebih, tak hanya memberikan manis tapi juga memberi kebahagiaan bagi kita semua. Iya betul Qurma yang kini menjadi program tabungan untuk mempersiapkan jelang ibadah Qurban di hari raya Idul Adha yang diberi nama siQurma oleh KOPENA. Program yang masih terbilang baru ini seharusnya dapat menjadi sarana bagai para anggota yang sudah berniatan untuk melaksanakan qurban di tahun depan, sebab kita hanya cukup menabung selama setahun penuh dan uangnya dapat kita ambil sebelum hari raya Idul Adha dan jika berhuntung kita akan mendapat hadiah atau bonus tambahan. Selain itu, di tambah geratis biaya penyembelihan hewan qurban. Pada tahap pertama, (19/9) lalu telah terpilih melalui pengundian nasabah yang mengdapatkan hadiah 1 kambing qurban. Warga Krapyak kidul gang 6, atas nama ibu Mey Fitriyati dan beberapa anggota yang mendapatkan sovenir menarik yang telah di sediakan ol...
Mengenang Peranan Ulama Pekalongan dalam Pertempuran 3 Oktober 1945
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Monumen Perjuangan Pekalongan dan Foto Kh. Syafi’i (Ulama Pejuang Pekalongan) “Perang memang usai sejak 17 Agustus 1945 dan di katakan Indonesia merdeka, namun perlawanan masih berlanjut dari setiap daerah kala itu, sebab Jepang belum sepenuhnya mundur, tutur Lukman” 17 Agustus 1945 adalah Kemerdekaan Indonesia, namun banyak beberapa wilayah yang benar-benar merasakan kemerdekaan tersebut. Sebab di wilayah-wilayah masih dikuasai oleh para tentara Jepang, di antaranya Pekalongan. Menyikapi hal demikian, pada tanggal 21 Agustus 1945 para pemimpin bentukan Jepang di masa itu, melakukan perundingan dengan tuan Tokonami Tokogi agar tentara Jepang mundur dari Pekalongan dan menyerahkan kekuasaan sepenuhnya kepada NKRI. Namun pertemuan itu tidak membuahkan hasil, sebab Jepang tetap bertahan dan masih menduduki wilayah Pekalongan. Kenudian barulah pada tanggal 18 September 1945 Presiden Soekarno melantik Residen Pekalongan yang pertama yaitu Mr. Besar. Jabatan...